Bahasa Indonesia
English
You are here
PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL TERINTEGRASI TINGKAT NASIONAL DI KAMPUNG EMAS TERBAH-SERUT, KULON PROGO
Primary tabs

Kampung Emas Terbah-Serut, Kulon Progo, 13 Juni 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Mbangun Desa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan Pelayanan Pengobatan Kesehatan Tradisional Tingkat Nasional bersama Perkumpulan Pendidikan Tinggi Kesehatan Tradisional Indonesia (PPTKTI/PPKTI). Kegiatan berlangsung di Kampung Emas Terbah-Serut, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan diikuti 31 peserta masyarakat berusia di atas 16 tahun.
Kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya minat masyarakat terhadap pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, namun masih terbatas literasi, legalitas, serta standar keamanan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pelayanan kesehatan tradisional yang aman dan berbasis bukti, sekaligus membangun model pelayanan terintegrasi yang dapat direplikasi.
Tim pelaksana dipimpin Dr. Ahmad Ridwan, M.Or. (Ketua), bersama Dr. Muhamad Nanang Solikhin, S.Kel., M.Or., Dr. Apt. Lailla Affianti Fauzi, S.Farm., M.Biomed., dan Dr. Farid Imam Nurhadi, M.Or., didukung lima mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Pengobatan Tradisional Indonesia Fakultas Vokasi UNY. Mitra kegiatan meliputi pengelola Kampung Emas Terbah-Serut (Kepala Dukuh Serut dan Terbah) serta PPTKTI/PPKTI sebagai mitra akademis.
Pelaksanaan menggunakan kerangka model PARE (Preparation, Action, Reflection, Evaluation). Tahap Action pada 13 Juni 2026 diawali dengan workshop interaktif yang memaparkan empat materi utama: jamu saintifik untuk hipertensi, rasionalitas akupunktur, pijat tradisional untuk kebugaran, dan terapi latihan untuk peregangan tubuh. Materi disampaikan dengan media slide, praktik langsung, dan leaflet edukasi. Selanjutnya, peserta menerima pelayanan langsung berupa pijat tradisional, akupunktur, dan konsumsi jamu sesuai standar.
Evaluasi menggunakan kuesioner kepuasan skala Likert 1–5 menunjukkan hasil sangat baik. Rata-rata kepuasan keseluruhan mencapai 4,60. Aspek kualitas workshop memperoleh nilai 4,61 (tertinggi pada materi dan narasumber 4,73), sementara kualitas pelayanan kesehatan tradisional mencapai 4,60, dengan kepuasan dan loyalitas peserta 4,66. Karakteristik peserta terdiri atas 10 laki-laki (32%) dan 21 perempuan (68%), dengan dominasi usia 60 tahun ke atas (35%) dan pendidikan SMA/SMK (52%).
Dr. Ahmad Ridwan menekankan bahwa integrasi edukasi dan pelayanan langsung efektif meningkatkan literasi, keterampilan, serta akses masyarakat terhadap kesehatan tradisional yang aman dan bermutu. Kegiatan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (Pasal 160–163) serta WHO Global Traditional Medicine Strategy 2025–2034, sekaligus mendukung pengembangan Kampung Emas sebagai destinasi wisata edukasi dan kesehatan berbasis kearifan lokal.
Akademik
akademik
Kontak Kami
Gedung Layanan Akademik (GLA) Fakultas Vokasi
Departemen Olahraga dan Kesehatan Program Studi Pengobatan Tradisional Indonesia
Jl. Mandung, Serut, Pengasih, Kec. Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55651
Telp. : 0274-774625
Web. : d4ptin.fv.uny.ac.id
Copyright © 2026,